Kita mengerjakan pemberdayaan masyarakat di Pesisir Selatan Tulungagung
tepatnya di Pantai Sine dengan membuat produk “Kopi Mangrove Segara”.
 |
| Kopi Mangrove Segara |
Program pemberdayaan ini
merupakan hasil kerjasama antara Redirect Indonesia, Leshutama, dan PAC
Kalidawir. Program ini meliputi 3 aspek besar yaitu:
1.
Ekonomi
Program
ini didesain dengan konsep sosial bisnis, dengan memberdayakan masyarakat untuk
mengangkat taraf ekonomi masyarakat. Orientasi keuntungan dengan sister bagi
hasil
2.
Sosial
Konsep
sosial yang diterapkan adalah berupa civic engagement. Kami mengajak masyarakat
untuk ikut aktif dalam penyadaran akan pentingnya menjaga lingkungan. Kami
mencoba menghidupkan local wisdom yang ada karena akan sangat berpengaruh dalam
aspek sosial ini.
3.
Lingkungan
Konsep
lingkungan diselaraskan dengan tujuan ekonomi. Semakin banyak mangrove yang
diambil dan diolah semakin banyak mangrove yang ditanam. Restorasi dan konservasi
hutan mangrove menjadi tujuan lingkungan untuk mendukung sisi ecologi dan sisi
produksi.
Bermodal dari kerjasama itulah surat
rekomendasi itu dibuat. Lagi-lagi apa yang sudah saya lakukan bersama tim
bukanlah sesuatu yang waahh dan cetar-membahana. Dibandingkan dengan peserta
YSEALI atau bahkan pemuda Indonesia yang lain, kami masih sangat jauh
tertinggal dan tidak ada apa-apanya.
Ketiga, motivation letter
Surat motivasi ini adalah
tulisan yang berisi motif kita mengikuti program. Saya hanya menceritakan alasan
saya mengikuti program, dampak yang akan saya terima setelah program, dan
dampak yang akan di terima masyarakat setelah mengikuti program. Secara umum
tidak ada yang menonjol dan spesial (menurut saya) pada bagian ini. Hanya saja,
saya mencoba menjawab sejujur-jujurnya dan memberikan alasan secara logis dan
rasional.
Begitulah kira-kira kenapa
saya bisa lolos YSEALI, jujur saja saya baru pertama kali mendaftar program
YSEALI dan alhamdulillah puji syukur langsung lolos. Secara praktis, saya mengikuti
program YSEALI mungkin karena Kopi Mangrove Segara dan mewakili Redirect
Indonesia, Leshutama, dan PAC Kalidawir.
Ada guyonan yang beredar
dari teman-teman tentang program ke Amerika ini:
A: “Bro ente ke US? Kok
bisa?
S: “Yoi mas bro,
alhamdulillah barokahnya ngopi ini mas bro”
A: “Wah kalau begitu ak
tak rajin-rajin ngopi ya bro, biar ketularan, haaha”
 |
| Lembaga Pengelola KPM Segara: Redirect Indonesia, Leshutama, PAC Kalidawir |
Isu yang beredar di
masyarakat sekitar rumah saya, saya ke Amerika itu karena “Barokahe ngopi” atau
berkah dari ngopi. Karena memang Tulungagung terkenal akan warung cethe
(semacam ngopi yang ada ampasnya megendap di bawah), dengan kearifan lokal itu
warga gemar sekali ngopi dan nongkrong di warung kopi sambil diskusi. Saya
termasuk orang yang rajin ngopi, diskusi, dan sharing bersama teman-teman.
Dapat diambil quote dari perjalanan ke Amerika saya:
“Kalau anda
ingin sukses, rajin-rajin lah anda ke warung kopi. Keberkahan ngopi siapa yang
tahu kan?”
Maksudnya adalah ketika
berada di warung kopi yang kita lakukan adalah diskusi bedah buku, sharing ide
kreatif, sharing bisnis, project dll. Nah, hanya bermodalkan Rp3.000 rupiah
kita bisa mendapatkan inspirasi untuk kedepannya. Jadi, sambil ngopi sambil
melakukan kegiatan yang produktif mencari inspirasi. Yang dilakukan tim KPM
Segara dengan Kopi Mangrove Segara lebih jauh lagi. Kami tidak hanya sekedar
hobi ngopi dan diskusi, tapi kami membuat kopi. Kopi alternatif kreatif kaya
manfaat dari peisisir terbuat dari buah mangrove dengan konsep pemberdayaan masyarakat
pesisir dan Kopi Mangrove Segara sudah mendunia.
 |
| Kopi Mangrove Segara Mendunia: US Capitol Building |
Pada implementasinya saya
tidak sendiri dalam project ini. Ada 4 orang lain sangat hebat dan super struggle yang menggawangi
KPM Segara yaitu:
1.
Pak
Adib Hasani (Kepala Unit Produksi)
2.
Pak
Ahmad Shoim (Koordinator Program Lapang)
3.
Mbak
Atik Hasanah (Kepala Administrasi dan Funding)
4.
Pak
Abdul Mukhosis (Kepala Bidang Public Relation dan Partnership)
Jujur karena orang hebat itu Kopi
Mangrove Segara bisa mendunia dan berangkat ke Amerika melalui program YSEALI
Academic Fellowships Program.
Berawal dari ngopi,
membuat kopi, dan melakukan program kopi di Kecamatan Kalidawir, Kabupaten
Tulungagung.
Iyaa semua karena kopi,
dari yang awalnya nongkrong menjadi diskusi, dilanjutkan menjadi bedah buku,
sharing pengalaman, melakukan project kegiatan bersama hingga menjadi sebuah
bisnis yang establish yang orang kekinian menyebutnya social-enterprise. Maka,
dengan kebersamaan ngopi yang sudah ada project dan agenda kedepan akan tetap
dilaksanakan…….